Entertainment
Typography

Radiomuara.com/ Jakarta, 31 Desember 2019. Kemajuan industri digital akhirnya ikut juga merubah perkembangan dunia perfilman Indonesia.

   Walau mungkin film tersebut bukan produksi lokal melainkan produksi negara tetangga. Namun hal tersebut tentunya dapat memicu perusahaan film lokal agar bisa lebih berkarya mengikuti perkembangan digital. Film animasi seperti film " Ejen Ali " yang merupakan perpaduan kecanggihan di era digital kini turut meramaikan dunia perfilman Indonesia. Film produksi Malaysia yang disutradarai Muhammad Usamah Zaid Yasin ini berkisah tentang sepak terjang seorang anak yakni Ali yang masih berusia 12 tahun.

Chiep Executive Officer ( CEO ) Primeworks Studios mengaku, film yang menuai sukses di beberapa negara seperti Singapura dan Brunai ini memang ingin mengulang kesuksesan di Indonesia. Datuk memandang Indonesia merupakan negara serumpun dengan Malaysia. Jadi harapannya, alur cerita dari film animasi tersebut dapat difahami oleh anak - anak di Indonesia. 

 
    Selain mengangkat sosok Ali sebagai pahlawan dari sebuah kota " Cyberaya ". Film animasi ini juga diisi beberapa soundtrack lagu yang terbilang hits di Malaysia. Seperti " Bukalah Matamu " , " Kita Jaga Kita ", " Mamak Maju ", dan " Mama ( Dihatimu ) ".
 
Sosok Ali di film " Ejen Ali " juga diharapkan sebagai idola baru film - film Malaysia di Indonesia seperti Upin dan Ipin. Dan ke pahlawanan Ali pun bisa menjadi contoh bahwa jika ingin berbuat baik tidak harus melihat usia. Menurut rencana, film animasi " Ejen Ali " pada awal Januari 2020 nanti akan diputar serentak di bioskop Jakarta. Dan jangan sampai anak anak anda terlewatkan menonton film " Ejen Ali " yang penuh dengan kecanggihan era digital. 
 
 
 
 
 
 
Reporter  : Angga. P
Redaksi   : Arya. BK

Twitter

Facebook